Analisa Diri: Coba Kenali Covermu itu Apa Boss?

Analisa Diri: Coba Kenali Covermu itu Apa Boss?

Gunawan Santoso, pemain (spesialis) cendet

Masih lanjutan artikel sebelumnya tentang cover/sampul yang mempengaruhi terhadap kesuksesan dalam berlomba.

Dua artikel sebelumnya bisa dibaca di sini:

  1. Coba Amati, Apa Cover Sampul Burung Cendet Anda
  2. Cover/Sampul pada Juri yang Perlu Kita Ketahui

Berikut ini artikel terakhir terkait tema ini, yaitu ketiga, cover diri.

Cobalah belajar nilai kemampuan diri kita, ngukur awake dewe. Di sini kita bicara dunia kicauan, jadi sudah seberapa kita mengerti dunia burung kontes?

Saya pernah melewati masa-masa ini, masa belajar, masa jadi pemain bodoh (sampai sekarang sepertinya masih bodoh juga, hehe), ada masa-masa dulu di mana saya mengamuk β€œmisuh” protes kasar karena burung saya kalah atau biasanya saya berpendapat sepihak burung saya dicurangi.

Tetapi apakah kita benar-benar bisa mendengar saat burung Anda berlomba?

Beda lho kadang teriakan joki dan suporter dari pinggir pagar dengan kinerja burung di lapangan lomba,

Suatu waktu saat saya menjadi panitia dan ada di tengah lapangan saya sengaja medekat ke burung yang diteriak heboh oleh jokinya, ingin tahu sebenernya seperti apa, lalu saya gur mbatin, “mbengok-mu mbe kerjo manuk-mu bumi langit le”. Dari sini saya paham, kadang memang beda kinerja yang kita lihat dari pinggir pagar dengan fakta kerja burung di tengah lapangan

Kalau sudah masuk podium juara, bersyukurlah. Ndeso kalau misalnya sudah dapat juara 2 atau 3 masih update status digoreng juri/mungkin jurinya lelah/kalah sama manuk titipan/bos e kuat/uang yang berkuasa, dll. Yang intinya lu kagak mensyukuri pencapaian burungnya elu! atau mungkin elu kagak ngerti burung? Hehe.

(Mungkin ini salah satu alasan gantangan cendet sepi, karena siapapun yang menang selalu Anda cap dia ada main sama juri, dan kalo elu menang, burung elu emang layak paling bagus sedunia, padahal belum tentu kan? Bisa jadi juri-juri paud lagi kasihan sama Anda atau malas/takut kalau dikomplain di facebook, hehe)

Yang ini sering terjadi, mau mengaku apa tidak ya ini faktanya. Sering bos pemilik burung tanya ke perawatnya, kenapa burungnya kalah di suatu lomba (jarang seorang bos yang tanya kenapa burungnya menang, hehe). Nah, sebagai perawat yang ingin menyenangkan hati si bos, tidak mungkin dia menjelekkan burungnya si bos atau mengaku kalau dia salah setting, karena mungkin malu, apalagi dia sudah berstatus perawat senior nasional atau takut dimarahi dan bonusnya hilang atau takut kalau tidak dipercaya lagi nge-kir jagoan buat si bos atau paling apes kena pecat, hehe.

Akhirnya ya juri atau pemain lain yang juara yang jadi kambing hitamnya.

Semua ada prosesnya. Proses belajar memang butuh waktu dan seringnya mahal.

Ada waktunya salah beli burung, ada waktunya salah setting burung; ada waktunya dikerjain perawat atau teman; ada waktunya salah pilih even lomba; ada waktunya berduka saat burung kita mati atau hilang; ada waktunya kita harus merelakan jual jagoan karena faktor keadaan; ada waktunya kita dipandang sebelah mata oleh pemain lain; ada waktunya kita tidak kenal siapapun; ada waktunya kita kecewa saat menurut kita jagoan kita layak menang tapi ternyata keadaan bicara yang sebaliknya,

Ada waktunya bangga karena menang; ada waktunya bangga karena bisa se-tim dengan bos besar; ada waktunya bangga karena juaranya burung kita bisa membantu mencapai juara umum; ada waktunya kita sangat bangga karena bisa mengalahkan sang juara bertahan; ada waktunya bangga burung kita dapat tawaran mahal dan akhirnya dibeli bos; ada waktunya kita bahagia karena burung kita laku dengan harga sangat tinggi; ada waktunya kita bangga karena burung kita dinobatkan jadi burung legenda.

Jadi bersyukurlah dan teruslah belajar, mau mengerti dan memahami dengan siapa kita berhubungan, tahu kepada siapa kita harus merendahkan hati untuk belajar, mau mengerti seperti apa kemampuan dan kualitas burung kita, dan mengerti seberapa level diri kita yang sebenarnya, dan teruslah meng-upgradenya.

Salam pemula,

Gunawan Santoso (Pendiri dan admin Group FB Mania Cendet Jawara, WA: 087.8888.55.777)

 

One Response

  1. Stellkendho Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *