Anjar Mahardika Melepas Cendetnya, untuk Apa?

 

Anjar Mahardika Melepas Cendetnya, untuk Apa?

Anjar Mahardika, pencetak cendet, domisili di Bangkalan Madura

Kesadaran melestarikan alam lingkungan dengan melepas cendet untuk mencegah kepunahan di Madura, yang dilakukan oleh Bayrianz Abdilah pada artikel Bosskicau sebelumnya, telah pula dilakukan oleh Anjar Mahardika di Bangkalan Madura.

Baca artikel sebelumnya: Beternak Cendet di Alam Bebas, Bagaimana Bisa?

Saat dihubungi Bosskicau, om Anjar menjelaskan panjang lebar tentang alasan ia mengapa melakukan itu. Menurut om Anjar, cendet adalah burung predator yang cerdas dan pintar, sang raja tiru.

Sambil mengenang masa lalu, saat om Anjar masih kecil, cendet banyak ditemukan di sekitar rumahnya. Namun kini jarang ditemui, karena populasi cendet semakin sedikit akibat perburuan liar oleh pemikat.

“Dulu ketika saya kecil ketika pagi hari terdengar ocehan cendet  di ujung pohon bamboo, berdiri lantang dan berbunyi, bersahut-sautan dari arah kanan, kiri, depan, dan belakang asyik. Namun kini prihatin banyak pelaku pemikat yang hanya ingin untung sesaat, memikat cendet , sehingga bisa membunuh siklus hidup cendet. Padahal cendet pikatan sampai tua pun susah bunyi, ujung-ujungnya mati. Kenapa tidak berpikir panjang ambil anakannya saja biar ada regenerasi.  Satu indukan bisa produksi 1 tahun 2 hinga 3 kali”, ungkapnya.

Artinya, kalau yang diambil indukannnya, maka akan putus siklus reproduksinya. Kondisi ini sungguh merisaukan bagi om Anjar, apalagi cendet sebenarnya merupakan sahabat petani.

“Cendet burung teritori dan burung yang membantu para petani khususnya di Madura. Mereka memakan serangga yang menjadi hama di lahan pertanian”, imbuh om Anjar.

Baca juga: Coba Amati, Apa Cover/Sampung Burung Cendet Anda?

Aktivitas pelepasan cendet yang dilakukan om Anjar, diakuinya sangat senang, serasa hobi sebagai cendetmania bisa disalurkan secara sempurna. Karena yang namanya hobi bukan hanya menikmati dan mengambil hasil. Bagaimana timbal balik kita kepada alam. Jangan  hanya menikmati saja namun berusaha untuk melestarikan demi anak cucu masa depan.

Om Anjar tidak merasa sendiri. Ia juga melibatkan teman, dan masyarakat sekitar, meski awalnya diremehkan. Setiap sudut jalan dan pojok jalan oleh om Anjar dipasangi banner tentang larangan memikat dan ajakan untuk melestarikan cendet dari kepunahan. Dan akhirnya, respon masyarakat baik, ketika ada pemikat masuk, mereka usir.

Anjar Mahardika Melepas Cendetnya, untuk Apa?

Himbauan yang dipasang oleh om Anjar Mahardika agar masyarakat melestarikan alam dengan tidak melakukan perburuan liar kepada cendet

Om Anjar juga didukung oleh sahabat kicau cendetmania dari berbagai daerah, terutama di Surabaya. “Ide saya ini saya salurkan melalui gagasan Reoni Cendet Soerabaya yang diprakarsai bapak Didik HNR SF, Bopo Heru dan rekan rekan semua. Saya meminta donasi dan bantuan dari rekan-rekan  cendetmania se-Indonesia  untuk peduli dan membuka rekening untuk pelestarian cendet”, ungkap om Anjar.

Dari hasil donasi itulah, cendet yang dilepas oleh om Anjar adalah barasal dari para pemikat yang dibelinya, untuk dilepaskan lagi  ke alam. Om Anjar mengaku bahwa lokasi pelepasan cendet disebar di desa Gili, kecamatan Kamal Madura, karena masyarakat di sana peduli,  desa Polagan Pamekasan, dan juga di Jawa Tengah tepatnya desa Karangasem, Gunung Batok.

Cendet-cendet yang dilepas itu oleh om Anjar dilepas  secara acak, antara jantan dan betina, yang bahkan sebelumnya ia pasangi ring sebagai tanda. Namun sekrang, sementara oleh om Anjar belum diteruskan lagi karena ia sedang sibuk kerja, tp ia merasa bangga karena program ini merupakan impiannya.

Sampai sekarang bagaimana hasilnya? Berdasarkan pantauan om Anjar, untuk hasilnya sekarang sudah beranak pinak. Dan itu jelas mempengaruhi terhadap proses transaksi, melayani permintaan dari terutama luar Madura. Om Anjar meyakinkan bahwa cendet yang ia jual asli KTP Madura, bahkan diberi ring CAM (Cendet Asli Madura) yang telah didistribusikan ke berbagai kota luar Jawa.

Lalu, bagaimana cara pengambilan anakannya di alam bebas? “Untuk mencari dan pengambilan di pohon,  saya tidak selalu terjun sendiri, tapi melibatkan teman, karena tidak bisa memanjat pohon, hahahaha”, ungkapnya menutup pembicaraan dengan Bosskicau.

Selamat dan sukses om Anjar. (86)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *