Apa Benar, Kroto Mendinginkan, UH Memanaskan?

Apa Benar, Kroto Mendinginkan, UH Memanaskan?

Murai Batu (Sumber: Romadecade)

Catatan admin.

Artikel ini berawal dari pertanyaan om Gunawan Santoso, tahun 2018, di Group FB Mania Cendet Jawara (MCJ). Pertanyaan tersebut tentang, “Apa efek kroto dan ulat hongkong (UH) dalam menyeting cendet untuk lomba?”

Komentar dan jawaban dari pertanyaan di atas bervariasi, namun saling melengkapi. Meski demikian, karena keseluruhan komentar dan jawaban cukup banyak, maka akan ditayangkan secara berkala hingga waktunya nanti selesai sampai akhir. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

–Bosskicau.com


Baca artikel sebelumnya:

  1. Eke Zeke: UH buat tambah emosi, jika burung kurang jemur. Sedangkan kroto buat penurun emosi, burung lebih adem dan lebih gacor, durasi di lapangan.
  2. Farid Rakasiwi: intinya ulat ataupun kroto semua mencari setingan bagaimana burung mau anteng dan ngerol di lapangan saat ketemu musuh-musuhnya. Burung A bisa lebih anteng pakek UH sedangkan burung B malah lebih anteng pakek kroto, tentunya sesuai porsi masing-masing. Lebih ke cari kemauan burungnya. Cuma kroto dan UH sama-sama menaikkan birahi (birahi yang pas) dan stamina, namun disesuaikan dengan porsinya.
  3. Gilang Takiya: ulat dan kroto membuat burung menjadi monting.
  4. Danny: Kroto cuma saya pakai buat pakan paud, usia 6 bulan up sudah normal full jangkrik, kalau pun ada yang harus setting pakai kroto harus paham benar efeknya, kalau diberi 2 sendok mainnya bagaimana, kalau diberi 1 sendok mainnya bagaimana. Kalau saya malah ribet, mending cukup jangkrik teratur, alhamdulillah sampean tahu sendiri kan hihihi stabill.
  5. Mahmut: Melu jawablah.
    1. Kroto pada dasarnya adalah telur yang tinggi protein, jadi manfaat kroto adalah menjaga burung agar tetap sehat bila sehat sudah dipastikan burung akan lebih sering bunyi; 2. Kalau ulat hongkong menurutku untuk miningkatkan birahi (bukan mental tarung atau untuk meningkatkan vol suara burung tersebut); 3. Pemberian secukupnya aja.
  6. Ricky Dov: (a) Kroto sifatnya dingin. Kondisi panas biasanya terdapat pada burung yang berjiwa fighter tinggi alias petarung. Alternatif lain kroto bisa juga dipakai ulat bambu. Jangan samakan antara fighter dan burung gacor, sebab gacor belum tentu punya mental tarung. Begitu juga sebaliknya. kadang diam di rumah, tapi bisa jadi ketemu lawan langsung tarung. Dan kroto tidak bisa dijadikan menu kecanduan. karena tidak ada kroto, ulat bambu pun jadi, tidak ada ulat bambu, mandi pun jg bisa. Kroto sangat baik untuk dijadikan menu harian pasca pengkondisian. Dalam artian membuat fit untuk stamina yang kurang maksimal,.kalau staminanya sudah fit, baru deh kita main ke setingan. jadi jangan sekali2 main menu setting kalo burungmu belum benar-benar kondisi fit.
    (b) UH (ulat hongkong) fungsinya panas, dalam artian memanaskan yg sedang dingin. Jadi untuk burung yang lambat dalam bongkar isian,atau mental tarungnya di sesi-sesi akhir menit penjurian, menu UH sebelum gantang sangat pas untuk burung yang karakter seperti itu. Setingan ini di luar konteks tahap pengkondisian, jadi masuk kategori settingan lomba. Untuk EF yang level sifat panasnya di atas UH yaitu ulat kandang. Menu UH biasanya sangat cocok untuk menu setting lomba yang burung gacor tapi tidak punya jiwa petarung. alias gacor tapi pas ketemu lawan langsung duduk bersilah dan berdoa, hehehe. Inilah pengalaman saya om gun. jika kurang berkenan abaikan. ambil yang sekiranya masuk logika saja. Yang penting baca dengan rileks dan sambil ngopi, hihihi.

Bersambung…

Salam pemula,

Gunawan Santoso (Pendiri dan admin Group FB Mania Cendet Jawara, WA: 087.8888.55.777)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *