Beternak Cendet di Alam Bebas, Bagaimana Bisa?

Beternak Cendet di Alam Bebas, Bagaimana Bisa?

Cendet milik om Bayrianz Agam Abdilah yang bertengger di alam bebas

Setelah viral tentang om Rida Sthyawan yang berhasi menangkar cendet di rumahnya, kini ada lagi berita viral, yaitu seorang yang berusaha melestarikan cendet di alam bebas. Bagaimana cara dan ceritanya?

Baca ini: Peristiwa Langka, Rida Sthyawan Beternak Cendet

Dalam video itu, yang di FB, diketahui bernama Bayrianz Agam Abdilah melepas cendet betina ke alam bebas. Bagaimana dengan yang jantan?

Media Bosskicau berhasil menghubungi om Bayrianz melalui sambungan WA. Pria asal Sampang Madura ini bercerita kronologisnya, mengapa ia melakukan itu.

Di antara alasannya adalah untuk mengatasi kepunahan cendet di Madura akibat perburuan liar.

Sementara cendet asal pulau garam itu sampai sekarang masih banyak dicari karena dianggap memiliki kelebihan pada mental tarung dan daya rekam materi yang bagus.

Selain untuk melestarikan cendet agar tidak terjadi kepunahan, alasan lainnya menurut om Bayrianz, karena ia menyiasati agar di sekitar rumahnya terjadi perkembangbiakan dari cendet miliknya yang setahun lalu pernah lepas.

“Setahun lalu ada 2 ekor cendet saya yang lepas. Sampai sekarang masih terlihat bertengger, dan bunyi materinya persis MP3. Saya eman. Ditangkap lagi tidak mungkin. Maka cara yang paling efektif adalah mencarikannya cendet betina agar di alam bebas mereka bertemu dan berkembangbiak, sehingga anakannya nanti bisa saya ambil”, ungkapnya.

Beternak Cendet di Alam Bebas, Bagaimana Bisa?

Bayrianz Agam Abdilah, pencetak cendet di Sampang Madura

Baca juga: Tipe Berbagai Profesi dalam Dunia Kicau Mania

Om Bayrianz sengaja membeli cendet betina ke pengepul atau teman-temannya. Sampai sekarang ia telah melepas 2 ekor betina siapan. Jadi kalau cendet-cendet itu bertemu di alam bebas, berarti sudah ada dua pasang yang siap beranak saat musimnya.

Kesadaran melestarikan cendet yang dilakukan oleh om Bayrianz ini memang bukan pertama kali dilakukan oleh para pencetak di Madura. Sebelumnya, ada om Anjar Mahardika di Bangkalan yang juga melakukan hal sama, tapi oleh Bosskiucau coba dihubungi melalui inbox FB belum ada jawaban.

Selamat dan sukses om Bayrianz beserta teman-teman Madura lainnya.  Lanjutkan upaya melestarikan alam, dengan mengkampanyekan stop perburuan liar. (86)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *