Cendet Kalah di Latber, Tapi Menang di Lomba?

Cendet Kalah di Latber, Tapi Menang di Lomba?

Om Bibin atau biasa dipanggil Pak Guru

Dikutip dari facebook Bibin Kawulo Alit, yang menjawab pertanyaan temannya: “Bagaimana pakem penilaian cendet itu?”; “Ada cendet di Latber jarang masuk, dan sering kalah dengan milik saya, tapi kok tiba-tiba, saat ikut lomba bisa masuk, sementara punya saya tidak?

Berikut jawaban Pak Guru, panggilan akrab om Bibin.

Cendet Kalah di Latber, Tapi Menang di Lomba?

Percakapan om Bibin dengan temannya

Bismillaah saya jawab di sini juga ya Mas. Nanti teman-teman bisa nambahi. Namun maaf ini hanya menurut saya ya.

Pertama saya menyampaikan bahwa posisi saya bukan sebagai juri dan tidak membela juri ataupun EO penyelenggara lomba. Justru saya berdiri sebagai peserta lomba sama dengan jenengan. Kedua buat saya semua burung yang dilombakan itu bagus tinggal bagaimana kondisi terbaik saat dilombakan.

Baca juga: Ada Trotol Cendet Mabung Pertama Usia 2 Bulan

Perlu diketahui bahwa EO memang punya pakem masing-masing namun secara logika saya, durasi penjurian burung antara latber dan latpres/lomba dengan peserta banyak akan berbeda. Mungkin saja ketika latber burung jenengan terlihat istimewa karena durasi penjurian tidak lama, namun ketika lomba besar durasi penjurian lebih lama dan mungkin saja saat itulah kekurangan cendet jenengan baru terlihat misalnya keluar salto, nabrak jeruji, agresif/sering naik turun dan lain-lain.

Sedangkan burung yang jenengan maksud tadi main nagen, speed rapet, durasi kerja ngedur tanpa keluar nakal sampai akhir penilaian. Bisa jadi dengan penilain durasi yang lama burung jenengan tidak kuat dan kekurangnnya baru terlihat walaupun di latberan bisa tampil sempurna.

Baca juga: Cendet Asli Madura Tidak Semua Kepala Hitam

Intinya selain melihat kelebihan burung kita perlu dipahami juga kelemahan burung kita, jangan bandingkan kelebihan burung kita untuk melawan kelemahan burung lawan kita karena itu namanya tidak adil. Semua punya sisi positif dan juga negatif.

Salam sehat selalu. Mohon maaf jika jawaban ini tidak berkenan. (86)

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *