Cendet “Merapi” Stabil Juara hingga Tingkat Nasional

Cendet Merapi milik om Haji Cahyo Yudhianto selalu stabil menjadi juara. Cendet ini cukup lama dikenal di tempat asal om Cahyo, di Yogyakarta, dan belakangan semakin luas juga dikenal secara nasional.

Kepopuleran Merapi yang menasional ini tentu karena perjuangan om Cahyo yang setia menemaninya dalam berbagai even, baik lokal, regional maupun nasional. Merapi tidak pilih lokasi, di mana saja, selalu tampil prima, dan berhasil menyabet juara.

Saat dimintai keterangan oleh media Boss Kicau, om Cahyo banyak bercerita dan membeberkan kesehariannya bersama Merapi. Dari koleksi piagam prestasi hingga rawatan harian.

Dalam sebulan terakhir ini saja, Merapi telah mengukir prestasi, seperti pada even Bupati Kulonprogo juara 2, 2 (21/7/2019); Piala Cisadane 1 Tangerang juara 1, 2, 1 (28/7/2019); Twister Cup 1 Semarang juara 2, 3 (4/8/2019); dan terakhir Minggu kemarin, Piala Sri Aji Joyoboyo 1 Kediri, juara 1, 1 (11/8/2019).

Secara umum, materi lagu Merapi mungkin kurang lebih sama dengan cendet-cendet lain. Materi andalannya pelatuk, gereja, kunti, sogok ontong, walang krak, love bird, tengkek buto, dan jangkrik.

Baca juga: Cendet “Nogo Sosro” Langsung Koncer

Di luar materi itu, Merapi memiliki keutamaan pada powernya yang mumpuni, kombinasi lagu yang bagus, stamina kuat, serta main ngotot. Jika menonton langsung aksi Merapi di lapangan, tampak perkasa mengadu mental dan mengolah variasi lagu, sehingga atas kinerja inilah, tim juri tidak ragu mengganjar bendera merah untuknya.

Sementara rawatan harian dan persiapan lomba, om Cahyo berbagi informasi, yang barangkali juga cocok untuk Anda yang memiliki koleksi cendet untuk lomba.

“Rawatan harian jangkrik 3/3, mandi 3 kali seminggu. H -1 jangkrik pagi dan sore ditambah jadi 5/5, sore juga ditambah kroto 1 sendok teh. Dan satu lagi, Merapi harus mandi sebelum main”, tutur om Cahyo.

Sampai di sini, tentu banyak kalangan yang penasaran, berapakah tawaran terakhir Merapi?

Pertanyaan tersebut juga diajukan media Boss Kicau, meski untuk menjawabnya, om Cahyo terasa berat, seolah masih merahasiakannya.

Tapi demi pembaca budiman, Boss Kicau tidak putus asa berusaha “merayu” agar membuka informasi tawaran itu, sehingga menjadi motivasi bagi pemain cendet lain, atau juga menjadi informasi bagi bos-bos yang minat meminang Merapi.

“50 juta up”, dijawab singkat om Cahyo, setelah terus didesak untuk menyebutkan nominal penawaran terakhir.

Setelah ini, Merapi oleh om Cahyo disiapkan untuk even-even berikutnya, termasuk even kolosal, Piala Raja ke-20, pada 08 September 2019.

Gasss boss, tetap semangat. (86)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *