Gerobag SF: Pokoke Kalah Menang Tetap Gantang

Gerobag SF: Pokoke Kalah Menang Tetap Gantang

Gerobag SF selalu tampil kompak

Nama Gerobag SF sangat populer dan tidak asing di telinga kicau mania, terutama kawasan Jogja dan sekitarnya. Komunitas yang sampai sekarang memiliki anggota aktif 31 orang ini didominasi oleh gaco cendet sebagai andalannya.

Namun demikian, sebenarnya tidak hanya cendet, tapi gaco lain seperti murai batu (MB), love bird (LB), kacer, cucak ijo, dan kenari, juga dimiliki oleh anggota komunitas ini. Jenis MB, misalnya, dulu ada Jamesbond dan Blangkon milik alm. Mbah Tris (semoga tenang di sisi-Nya) dan sering tampil juara.

Sekarang, MB andalan Gerobag SF bernama Bintang Timur milik Cak Nur, yang juga pemain cendet kelas kakap.

Baca juga: WCB, Pemersatu Komunitas Cendet di Wonosobo

Ada juga selain untuk lomba, fokus di ternak (breeding), seperti om Adhika Tan main di MB, om Yuli, om Ervan, om Gilang main di LB, dan lain-lain.

Didirikan sejak 15 Januari 2016, Gerobag SF masih terus eksis sampai sekarang dalam mengikuti berbagai macam even, baik lokal, regional, maupun nasional. Di lapangan, terlihat kompak, sering memakai kaos seragam merah menyala.

Saat ditanya, bagaimana cara menjaga kekompakan antar-anggota? “Silaturahmi antar anggota, baik di lapangan maupun group social media, dan saling support satu sama lain”, ungkap om Brestman, manajer Gerobag SF.

Khusus gaco cendet, Gerobag SF gudangnya. Hampir semua anggota pemain cendet. Bahkan, jika dikumpulkan semua koleksi cendet anggota Gerobag SF, mungkin bisa menjadi gantangan tersediri.

“Oiya, banyak banget cendet di Gerobag SF. Kalau dikumpulkan bisa full gantangan, hehehe”, tutur Cak Nur, ketua Gerobag SF.

Banyak cendet yang sebelumnya diorbitkan dari Gerobag SF. Untuk menyebutkan beberapa di antaranya, ada cendet Mandala dan Beatless milik Cak Rahman Hidayat, yang keduanya sekarang telah berpindah tangan ke orang lain.

Adapun cendet yang kini sering menjadi bintang juara adalah cendet Mustika milik om Cahyo; cendet Yakuza dan Boom Boogie milik om Andre Omesh; cendet Katana milik om Bintang; cendet Fortuner milik om Kelik; cendet Vulkanik milik Cak Dayat; cendet Janaka milik om Delka/Indra; cendet New Panglima milik om Dedy Christian; cendet Roller milik om Januar; cendet Komando milik om Rafha.

Di kelas lain, juga ada kacer Aristokrat milik om Koko Crunch; kacer Semar Mesem milik om Rafha; kacer Pangeran milik om Ari; kacer Anak Lanang milik om Dodik/Mantuk; kenari Minion milik om Pandu; cucak ijo Samurai milik om Delka/Indra; dan masih banyak lagi.

Lalu, muncul pertanyaan, apa makna filosofis dari nama Gerobag?

Rupanya, nama itu kependekan dari “gerombolan burung anti galau”.

Dari makna itulah, Gerobag SF, sebagai sebuah tim, menurut Brestman memiliki prinsip: “Kalah menang tetap gantang”.

Terbukti, dalam beberapa kesempatan, mulai dari latber hingga lomba, Gerobag SF nyaris tidak pernah absen mengikuti setiap gelaran. Anggota Gerobag SF selalu ikut berpartisipasi, meski kadang tidak selalu menang.

Karena banyak didominasi oleh gaco cendet, maka sebagai bentuk pengalaman yang mengesankan, komunitas ini pernah beberapa kali mendapat juara SF dengan amunisi full cendet.

Selamat dan sukses Gerobag SF. (86)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *