Juri kok Lomba: Lilik Sembego Berhati-hati

Juri kok Lomba: Lilik Sembego Berhati-hati

Om Lilik, juri (korlap) independen Posma Sembego

Ada lo boss, juri yang memilih sikap hati-hati untuk tidak ikut bermain atau tidak ikut lomba yang diselenggarakan oleh EO lain. Mengapa demikian?

Demi menjaga integritas. Sebab, sebagai juri dan apalagi sebagai pemilik/penyelenggara gantangan, kadang menimbulkan kesan “negatif” di kalangan pemain lain.

“Juri kok ikut main?”, begitu komentar seorang peserta. Apalagi ia juara, tidak jarang dikomentari “miring”, seolah ada main antar sesama juri dan EO.

Baca juga: Koncer A Mutlak, Ian Finza Jadi Kepala Desa

Lalu, apakah memang seorang juri atau penyelenggara lomba tidak boleh menjadi pemain/peserta lomba?  Tidak ada larangan alias boleh. Hanya saja, mungkin ini soal etika atau ada yang menyebutnya “kurang etis”.

Maka untuk menepis anggapan kesan negatif itu, om Lilik, seorang juri (korlap) dan sekaligus pemilik EO independen Sembego Jogja, merasa tidak nyaman, sehingga ia, sebagaimana ditulis dalam status facebooknya, memilih jarang ikut lomba/latpres. Kalau pun lomba, gaconya selalu dibawa orang lain, dan jika juara, tidak diatasnamakan dirinya.

Berikut ini, atas seizin om Lilik, kami tampilkan secara utuh status di dinding facebooknya, yang menurut pengamatan kami, media Bosskicau, sikap om Lilik tersebut cukup inspiratif.

————————————————————–

Kenapa saya membatasi diri untuk tidak banyak mengikuti lomba, latpres atau latber di tempat lain, bukan berarti saya tidak mau atau bukan berarti sya tidak punya burung, atau pun  tidak  mau  silaturohmi ke EO lain.

Semua itu sya lakukan demi satu hal menjaga netralitas dalam diri pribadi saya ketika saya bertugas. Jadi bukan saya tidak mau gantian sambang ke OE lain, atau bukan berarti kami atau  saya tidak punya burung, semua itu kami atur dalam diri kami untuk silaturohmi ke EO lain, bahkan persentase burung saya sekalipun tidak mengatasnamakan  pribadi saya, banyak yg ikut dalam event event tertentu.

Yang jelas sy punya niat tujuan baik, demi pribadi sya dan demi penyelenggaraan event di mana sy bertugas. Kami tidak ingin sekelas juri,
muncul bahasa saling berbagi koncer atau gantian koncer antar EO. Yang itu jelas ada, sekalipun itu abu-abu. Yang jelas saya tidak bisa seperti itu, saya akan bekerja apa adanya sesuai dengan apa yg ada dilapangan, yang saya liat, yg saya dengar, yg bisa saya nikmati saat menilai burung,berdasar kemampuan yang sudah saya miliki.

Mesti ono sek mbatin saya seperti itu. Wes to, ra sah do mikir adoh adoh, saiki bab lomba manuk, sek penting do guyub rukun, ora perlu elek elek an, ora perlu keras kerasan. Kabeh saiki wes do pinter mbiji dewe dewe, ning ojo lali ro kodrate menungso kanggonan kleru,perlune kudu kepie.

#ngapunten

Kepuasan saya ,bukan saat burung saya juara dalam lomba di EO lain
Tapi kepuasan saya adalah bagaimana saat saya bertugas pemain bisa merasakan #kebeenaran dan kelayakan dari sebuah juara.

(86)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *