Kasta: Termasuk yang Mana Burung Cendet Anda?

Kasta: Termasuk yang Mana Burung Cendet Anda?

Cendet dan kasta (Dok. pribadi milik Gunawan Santoso)

Definisi umum di dunia manusia, kasta adalah hasil penggolongan, berdasarkan kelas perbedaan keturunan, kekayaan, hak, golongan masyarakat, pekerjaan, dan kemampuan. Bahasa gampangnya, perbedaan “kelas sosial”

Nah sekarang kita bahas di dunia hewan, khususnya burung cendet/pentet.

Baca juga: Ada Masalah dengan Cendet? Coba Baca Ini Boss!

Berdasarkan pengamatan pemula saya, disadari atau tidak, di dunia percendetan, ada tingkatan/derajat yang berbeda:

  1. Berdasarkan kelahiran (induk dari si cendet merupakan cendet penguasa teritorial tertentu)
  2. Berdasarkan kemampuan (di dunia manusia: keahlian dan kekayaan):
  • Cendet yang memiliki sifat dasar tenang, tidak jarang menjadi “penguasa gantangan”, burung yang mainnya saat digantang bisa nagen (duduk/tidak banyak tingkah), biasanya memiliki durasi kerja yang bagus, dan menjadi pilihan prioritas juri untuk dimenangkan. Di dunia manusia, orang yang memiliki sifat tenang juga “biasanya” lebih bijaksana dan lebih efektif bekerja ketimbang yang “bingungan” dan emosian.. hehe
  • Irama dan variasi lagu

Baca juga: Lomba Nasional atau Lokal, Apa Kriterianya?

  1. Di sini meliputi luwes tidaknya perpindahan antar lagu, apakah lagu mati mengganggu pembawaan lagu hidupnya, dll
  2. kemampuan cendet menyanyikan suatu lagu sulit yang cendet lain tidak bisa menyanyikannya, semisal lagu burung gereja, cendet yang bisa membawakannya dengan nembak panjang atau dengan cengkok irama yang uenakk, ataupun yang nembak pendek tapi berulang-ulang, apalagi bila membawakannya dengan volume keras/tajam (tembus) biasanya memiliki kasta yang lebih tinggi daripada cendet yang penguasaan lagu gerejaannya hanya berupa kocokan, ataupun yang punya volume biasa.
  3. Banyak sedikitnya kombinasi lagu (tonjolan / pukulan), ada cendet yang pukulannya hanya “satu jalur” (semisal: hanya suara jangkrik atau suara gereja), cendet “satu jalur” biasanya kalah kasta dengan cendet tiga jalur (misal: punya pukulan gerejaan, walang, dan lovebird)
  4. Speed cendet dengan perpindahan lagu yang “sangat cepat”, kemrecel, biasanya lebih tinggi kastanya
  5. Volume cendet dengan volume keras /kristal/tajam /tembus, kastanya lebih tinggi dari yang volumenya hanya biasa saja
    Beberapa hal di atas juga “sama” di dunia manusia, orang yang menguasai bakat /keahlian tertentu yang orang lain jarang menguasai, biasanya memiliki kekayaan yang lebih banyak, penghasilan lebih besar, profesi yang diminati, pangkat/jabatan yang lebih tinggi.
  • Kemampuan menguasai panggung gantangan:
  1. Ibarat MC/Pembawa Acara, yang biasanya hanya jadi MC lokalan, akan beda penguasaan panggungnya dengan MC untuk acara nasional.
  2. Di dunia percendetan salah satunya seperti ini: cendet yang terbiasa menang di gantangan latberan (artinya cendet tersebut sangat menguasai panggung latber) mungkin hanya ada beberapa yang bisa tembus dan sukses di kancah gantangan nasional, kenapa?? Di antara faktornya karena durasi, yang biasanya di latberan hanya 5 menit akan “kaget” bila di gantangan nasional EO tertentu yang durasinya bisa sampai 25 menit.
  3. Saran untuk rekan-rekan, cendet Anda yang sudah berpuluh bahkan beratus kali juara di gantangan latber mungkin bisa coba diikutkan di gantangan yang lebih “tinggi” (regional/cup nasional), kenapa? Khawatir cendet yang sudah “terpola”/memiliki kebiasaan di durasi pendek, sulit untuk mengubah kebiasaanya di durasi panjang, bukan karena cendet Anda jelek, tapi cendet Anda kehabisan kata-kata untuk “bicara”, hehe.

Jadi yang ada ya mungkin dia ngetem/munting/nabrak ruji/nebok (turun ke dasar sangkar)/ mbayi. Secara, kualitas lawan di gantangan yang lebih tinggi juga biasanya lebih bagus ketimbang kualitas lawan di latber, nih permisalan lagi: (maaf bukan merendahkan suatu profesi) MC acara ulang tahun anak-anak pasti akan susah kalau disuruh jadi MC di acara seminar nasional.

  1. Show yang istimewa. Cendet yang memiliki kemampuan ini biasanya juga memliki kasta yang lebih tinggi ketimbang yang tidak memiliki:
    -kepala menghadap langit (angka 1)
    -bukaan paruh yang lebar saat menyanyikan lagunya
    -kepala yang bisa ngentrok (mentul-mentul)
    -badan yang bergetar (keder-keder) seperti ada aliran listrik saat dia bernyanyi
    -ekor yang ngawet (masuk/di “pukul-pukulkan ke tangkringan) saat dia bernyanyi
    Kalau di dunia manusia, ini lebih ke pembawaan diri, orang yang bisa “membawa diri” biasanya juga memiliki kehidupan yang lebih baik, dibandingkan dengan yang hidup ngawur, bersikap sembrono ke orang lain. Ada pepatah: “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri”
  2. Berdasarkan perkawinan. Kasta bisa naik atau turun karena perkawinan, nah di dunia burung aplikasinya seperti apa?

Pernah tidak kita berpiikir begini: burungnya biasa kok si bos berani beli (kasih mahar) mahal ya? Nah saat itulah si “burung” naik kasta, hehehe.

Bukan berarti si bos beli burung jelek atau benar-benar “biasa” lho, saya berkali-kali beli burung “lungsuran” bos, entah karena si bos-bosan atau faktor lain. Saya pribadi belajar burung tersebut tetap selalu memiliki kemampuan tertentu yang burung lain tidak punya, tetapi kastanya akan tetap naik karena yang pegang orang tertentu.

Diakui atau tidak hal ini terjadi di dunia perburungan, di kota manapun:

  1. Adanya rasa bangga bisa punya burung dari orang tertentu ( mis: eh ini bekas burungnya si X lho (cerita dengan nada bangga), burungnya gini gini gini, pernah juara di sini sini sini.
  2. Adanya penilaian subyektif: owh kalau yang bawa si C ya pasti banyak menangnya
  3. Adanya penilaian negatif: wong kayak gitu “tok” kok bisa menang ya, aneh!
  4. Adanya rasa bangga bisa dekat dengan tokoh tertentu (bahasa gampangnya: nunut mulyo)
  5. Intinya, kalau pingin jadi hebat ya belajarlah sama orang-orang hebat, pengen jadi besar? ya belajar juga dari mereka yang menurut penilaian Anda mereka orang “besar”.
  6. Belajarlah menghargai kelebihan burung lawan, pelajari kelebihan dan kelemahannya
  1. Berdasarkan perawatan, latihan, dan pembiasaan
  • Pernah tidak lihat cewek jelek di make over jadi cantik?
    atau punya teman cewek gendut yang lama gak ketemu, trus pas ketemu berubah jadi langsing dan cantik? Atau ada teman sekolah yang dulunya miskin sekarang jadi pengusaha sukses atau pejabat penting? Apa penyebabnya mereka bisa? Pastinya mereka melakukan perawatan tertentu, latihan dan pembiasaan tertentu sehingga mereka mencapai keadaannya sekarang.
  • Sama halnya di dunia cendet, dari kecil butuh dimaster sehingga menguasai lagu-lagu tertentu, kalau sudah semakin dewasa butuh dilatih biar jadi juara, setelah jadi juara pengennya dijual dengan harga selangit, hehehe. Tapi semua hal tersebut tidak pernah bisa lepas dari yang namanya perawatan harian dan lapangan. Ssangat sering saya ditanya, “jangkriknya kalau mas ngasih berapa-berapa, pakai voer apa, pakai kroto/ulat engga, dst”.
  • Nih ya saya kembalikan ke dunia manusia. Kalau kita sukanya sayur lodeh oblok oblok, pepes mlanding, semur jengkol belum tentu lho kita doyan kalau dikasih salad, pizza, pasta, spagheti , dan sebaliknya; ada yang kuat makan banyak, ada yang cuma makan 5 sendok aja kebiasannya; ada yang doyan ngemil, ada yang tidak, dst.
  • Berlaku juga di perawatan cende. Jadi ya tolong jangan disamakan antara cendet satu dengan yang lain. Ada yang kebiasaan jangkriknya 5/5 ada yang cuma 1/1, itu pun ukuran jangkrik beda-beda lho. Ada yang jangkrik ukuran besar, sedang, kecil. Ada yang kebiasaan pemberiannnya utuh, ada yang dibuang kepalanya, ada jangkrik alam atau ternakan. Jadi apakah memang benar-benar bisa disamakan? Ada yang tanya pakai kroto, ada yang tidak; takaran kroto juga beda-beda. Saat ada orang yang jawab iya, pakai kroto sedikit, pertanyaannya sedikit itu seberapa? Ada juga musim tertentu yang krotonya ukuran gede2, begitu juga pola mandi, pola jemur, pola latihan, pemberian vitamin, dst.
  • Sebuah gitar di tangan seseorang yang tidak mengerti musik ya hanya akan menghasilkan nada-nada fals, sumbang. Tapi kalau gitar yang sama dipegang oleh musisi hebat, nada-nada yang akan dihasilkan juga akan jauh lebih indah.
  • Jadi sekali lagi ya tolong dikenali peliharaan kesayangan Anda, pahami maunya, latih biar jadi hebat, itu yang akan menentukan cendet kita akan turun atau naik kasta (cendet rumahan suguh dayoh/cendet kelas latber/cendet kelas rergional/cendet kelas nasional).

Kesimpulannya, syukuri yang kita miliki sekarang, karena tidak ada burung yang sempurna, kombinasikan 4 poin di atas untuk membentuk, menemukan kasta yang lebih baik, bakat-bakat hebat, jawara-jawara sekarang dan masa depan.

Selamat belajar, mencoba, dan berkarya.

Salam pemula,

 

Gunawan Santoso (Pendiri dan admin Group FB Mania Cendet Jawara, WA: 087.8888.55.777)

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *