Kroto dan UH: Bongkar Isian, Dongkrak Stamina

Kroto dan UH: Bongkar Isian, Dongkrak Stamina

Cendet

Catatan admin.

Artikel ini berawal dari pertanyaan om Gunawan Santoso, tahun 2018, di Group FB Mania Cendet Jawara (MCJ). Pertanyaan tersebut tentang, “Apa efek kroto dan ulat hongkong (UH) dalam menyeting cendet untuk lomba?”

Komentar dan jawaban dari pertanyaan di atas bervariasi, namun saling melengkapi. Meski demikian, karena keseluruhan komentar dan jawaban cukup banyak, maka akan ditayangkan secara berkala hingga waktunya nanti selesai sampai akhir. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

–Bosskicau.com


Baca artikel sebelumnya:

  1. Dkamso Cute’z: Kalau menurut saya berdasarkan pengalaman pribadi, tapi maaf sebelumnya saya pemula yang baru aja main di kelas ini. Jadi kalau ada salah kata atau salah menjabarkan sebelumnya mohon maaf. Kuncinya sebetulnya bukan dari jumlah banyak ef tersebut. Tapi tingkat birahi gacoan kitalah kunci intinya, sehingga jumlah besar EF-nya bisa kita tentukan/berikan yang pas dengan kondisi gacoan kita. Sebelum bahas jumlah dan H- berapa diberikan maka yang utama kita bahas EF tersebut. Kroto atau UH adalah EF yang kaya protein dan bisa memancing hormon testrogen (yaitu birahi yang kita inginkan agar gacoan kita lancang dan klimaks dalam bernyanyi). Kapan mestinya kita berikan buat persiapan lomba? Kalau saya pribadi sih utuk kroto H-1 pas malam selepas mandi malam dan UH-nya pas di lapangan saja (biasanya 2 sesi sebelum kelasnya saya berikan). Karena saya bukan ahli gizi saya tidak bisa jabarkan jumlah kadar tingkat prosentase protein dari kroto atau UH, maklum saya hanya lulusan SMA, hehehe. Tapi kalau menurut saya, kalau main di kelas cendet, maka kita perlu tahu usia gacoan kita. Karena faktor usia adalah hal utama, kunci sukses koncer dalam cendet. Sedang usia muda semisal 1x atau 2x urakan adalah usia yang masih labil dan tampilan yang hot-hotnya gacoan kita, tapi kalau sudah menginjak usia 4x urakan adalah usia mapan-mapannya atau stabil-stabilnya gacoan kita, dan jelas beda pemberian jumlah ef tersebut. Ini menurut pengalaman saya. Catatan tdk semua burung sama jumlah EF-nya.  Kuncinya di rawatan harian, berapa jumlah jangkrik yg pas, kebersihan kandang, air yang bersih dan cara kita komunikasi kepada gacoan, hehehe. Semangat terus dalam mencari settingan gacoan kita sampai ketemu pas!
  2. Syeh Jangkung: Kalau jawaban saya cukup sederhana saja, kroto untuk memancing emosi untuk mengurangi ngetime, kalau UH/Ulat Hongkong untuk membongkar isian/materi si BC.
  3. Agam Prakoso: Kalau dari pengalaman saya sebagai pemula ini, kroto/UH semua sama-sama bagusnya untuk mendongkrak stamina burung khususnya cendet. Tapi semua itu kmbali ke tipikal cendetnya sendiri. Kalau menurut saya yang tipe burung nakal/gampang monting sebaiknya jangan main kroto. Sebaliknya kalau tipikal burung duduk saya suka main UH, tapi semua kmbali ke settingan burung top perfomnya di mana. Karena kadang juga ada yang main settingan prasmanan atau campur-campur UH, JK, dan kroto. Sebagian burung yang saya pegang juga begitu, hehe. Yang pasti sabar dan telaten, proses tidak akan menghianati hasil dan jangan disumpahin. Kalau burung nakal apa bisa pkai UH om. Bisa bos asal pas porsinya. Kalau basah atau kering semua kembali ke pemiliknya suka main apa.

Bersambung…

Salam pemula,

Gunawan Santoso (Pendiri dan admin Group FB Mania Cendet Jawara, WA: 087.8888.55.777)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *