Kroto Lambat, Sedang UH Lebih Cepat Reaksinya

Kroto Lambat, Sedang UH Lebih Cepat Reaksinya

Suasana latber disertai hujan di Wonosobo

Catatan admin.

Artikel ini berawal dari pertanyaan om Gunawan Santoso, tahun 2018, di Group FB Mania Cendet Jawara (MCJ). Pertanyaan tersebut tentang, “Apa efek kroto dan ulat hongkong (UH) dalam menyeting cendet untuk lomba?”

Komentar dan jawaban dari pertanyaan di atas bervariasi, namun saling melengkapi. Meski demikian, karena keseluruhan komentar dan jawaban cukup banyak, maka akan ditayangkan secara berkala hingga waktunya nanti selesai sampai akhir. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

–Bosskicau.com


Baca artikel sebelumnya:

  1. Jimmy Robert: Kalau menurut saya, pemberian kroto itu untuk stamina/tenaga/power/gacor, tapi harus diimbangi pula dengan penjemuran. Sebab kalau tidak dengan penjemuran akan berubah fungsinya. Ilustrasi seorang pekerja keras membutuhkan asupan karbohidrat yang banyak, karena karbohidrat itu akan berubah menjadi tenaga bagi pekerja itu, tetapi kalau karbohidrat yang masuk banyak tapi tidak diimbangi dengan pekerjaan atau kegiatan fisik, maka akan berubah menjadi lemak dan membuat orang menjadi gemuk dan malas. UH menurut saya pendongkrak instan agar birahinya naik.
  2. Aconk Jenewa: Kroto menaikkan birahi secara instan, sedang UH menaikkan birahi setelah 4 jam mengkonsumsinya. Adapun ulat kandang (UK) hampir sama dengan UH. Kelebihan lain bisa mengurangi mbayek. Bukan ulat hongkong om tapi ulat kandangnya. Caranya saat beli ulat kandang jangan langsung berikan pada burung. Biarkan dulu nginep 1 hari, berikan voer pada ulat biar makan dulu, lalu besoknya bisa diberikan pada burung. Berikan ulat kandang 1 minggu sekali dengan porsi 1 sendok the.
  3. Andik Asmoro: Kroto nutrisinya sangat bagus, bisa menambah stamina BC saat mau perjalanan jauh, dan mengembalikan daya tahan tubuh kembali fresh serta menambah stamina. Kalau UH ada 2 macam, yang masih putih atau yang sudah coklat. Diberikan ke BC untuk mendongkrak kinerja, semangat tempur BC jadi ngotot.dan tampil prima. Pemberian kedua EF tersebut bisa dikombinasikan dengan jangkrik saat lomba, atau cukup diambil salah satu saja, sesuai uji lapangan yang kita terapkan. Terima kasih.
  4. OeLin Qie Ozz: Biar kenyang dan tidak masuk angin pak boss.
    Pemberian sekenyangnya.
  5. IbNu SaBil: Tidak pakai kroto/ulat dalam setting lomba maupun harian. Cuma pakai jangkrik. Kalau setting pakai kroto punya saya munting. Settingan pakai kroto atau ulat atau jangkrik, yang penting si BC nyaman. Kita lihat dari kondisi burung apakah kurang nagen, kurang ini-itu, yang penting nyaman dan aman.
  6. Syamsul Poetra Sby: Sama baiknya antara kroto dan UH. Keduanya sama-sama mengandung protein yang lebih tinggi dari JK. 1 ekor UH setara dengan 2 ekor JK untuk kandungan protein. Pemberian protein yang berlbihan bisa mengakibatkan OB pada burung. Sebaliknya kalau kekurangan protein, burung akan lemas dan tidak mudah gacor. Untuk burung usia muda sangat membutuhkan protein yang tinggi untuk metabolisme otak dan pertumbuhan bulu. Itu sebabnya burung muda lebih pintar dan cerdas dalam menirukan suara burung lain (jika porsi proteinnya tepat) dibandingkan burung tua yang istilah kasarnya pengku. Karena kadar air di UH lebih sedikit dibandingkan kroto dan UH lebih banyak mengandung lemak, otomatis efek UH lebih cepat reaksinya menaikan birahi burung daripada kroto. Intinya, baik kroto maupun UH berfungsi untuk kesehatan dan menjaga stamina burung biar tambah joss, dan yang tahu kapan waktu terbaik untuk pemberiannya adalah perawatnya. Semoga bermanfaat. Salam toet, toet.

Bersambung…

Salam pemula,

Gunawan Santoso (Pendiri dan admin Group FB Mania Cendet Jawara, WA: 087.8888.55.777)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *