Lilik Sembego Menolak Gandeng Komunitas Kicau

Lilik Sembego Enggan Menggandeng Komunitas

Lilik Sembego

Mungkin hanya saya yang paling menentang mengadakan lomba burung dengan embel-embel menggandeng komunitas. Sebetulnya menarik sih, bisa ramai, dan kemungkinan profit ada, tapi saya belum begitu tertarik.

Kenapa saya tidak begitu setuju dengan dibentuknya komunitas-komunitas kecil khusunya burung-burung yang masih produktif aktif di lomba.

Pertimbangan saya begini. Ketika suatu burung sudah dibentuk kemunitasnya, akan membuat tidak sehat EO sebagai penyelenggara even. Karena hanya tempat latihan yang bekerjasama dengan komunitas saja yang ada kelas burung itu dan ramai, tetapi EO lain jadi mati karena termobilisasi ke suatu tempat.

Ini dampaknya secara tidak langsung besar lho, lambat laun trend burung seperti ini akan menyusut di lomba, karena terkesan EO-EO yang tidak terdatangi akan terlihat sepi dan lama-lama mati.

Dampak lain dari mobilisasi komunitas lambat laun akan sangat terbaca lawan. Mainnya, karena ya itu itu aja yang menang, sudah hafal dengan kualitas burung dalam komunitas itu.

Secara otomatis dengan adanya lomba yang dimobilisasi oleh komunitas ke suatu even, di situ akan ramai peserta. Tetapi dampaknya justru EO-EO lain terkesan tidak hidup untuk jenis burung tersebut.

Kalau saya mbok uwes dijarke saja. Pesertane biar memilih, tanpa dimobilisasi lewat komunitas, biar latihan-latihan harian bisa tumbuh, sekalipun tidak banyak, tetapi tetap aktif ada kelasnya.

Komiitas memang sangat perlu dibentuk apabila memang burung sudah hampir punah, dan tidak ada penggemarnya. (38)

Baca juga PSBB Jawa-Bali: Latber dan Lomba Burung Libur

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *