Lomba Burung dari Masa ke Masa

Lomba Burung dari Masa ke Masa

Suasana lomba burung di Sorowajan Independen, Jogja

Sampai pada akhir tahun 1980-an hingga awal 1990-an, klasifikasi lomba burung terus meningkat tajam dengan ditambahkan kelas campuran. Jenis-jenis burung yang di tahun 2000-an awal populer seperti anis merah, pada mulanya masuk di kelas campuran pada 1990-an, termasuk cendet. Popularitasnya belum mampu menandingi anis kembang, apalagi burung-burung impor asal China.

Baca juga: Lomba Burung, Sejak Kapan?

Namun setelah itu, munculnya wabah flu burung di China, ditambah lagi dengan virus SARS (sindrom sistem pernafasan akut) di tahun 2000, memaksa Pemerintah Indonesia menyetop impor burung asal China dan dari negara-negara lain. Dampaknya, lomba burung di kelas hwamei, poksay, dan robin langsung lenyap.

Burung-burung lokal pun menjadi tuan rumah di negeri sendiri, terutama anis kembang. Pamornya meroket hingga awal dekade 2000-an. Kini baik anis kembang maupun anis merah kalah populer dengan kenari, love bird, kacer, dan lain-lain.

Dari segi pemberian hadiah juga berbeda antara generasi awal, pertengahan, dan modern sekarang. Pada generasi awal, hadiah lomba burung cukup dengan nominal uang saja, sedangkan pada era pertengahan, katakanlah akhir tahun 1980 hingga 1990-an, pemberian hadiah dilakukan secara mewah seperti selebrasi dalam dunia otomotif yang setiap pemenangnya disediakan panggung khusus.

Tropi hadiah di era tahun 1990-an, bisa setinggi anak usia TK.

Bagaimana dengan era sekarang? Tropinya kerdil, hadiah uangnya juga banyak dipotong pajak EO. (86)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *