Mengenal Pola-Warna Ekor Murai Lokal Bahorok

Mengenal Pola-Warna Ekor Murai Lokal Bahorok

Murai Batu Bahorok Leuser Bird Farm

Awal tahun 1996 kami baru mengenal murai batu lokal Bahorok setelah ikut bergabung dan rutin hampir setiap minggu pergi berburu murai batu di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser ( TNGL ).

Pada masa itu kami hanya berburu murai batu yg populasinya di kawasan hutan Leuser sungai Landak dan kawasan hutan Leuser sungai Bahorok saja, karena murai paling bagus menurut para pemikat senior hanya dari dua lokasi hutan itu saja.

Mengapa para pemikat senior hanya pergi memikat murai di lokasi itu saja? Di antara alasannya, menurut mereka murai yang sering ditemukan dalam hutan Leuser sungai Landak dan Leuser sungai Bahorok tampilannya yang paling ideal dan menarik , rata-rata body panjang, bentuk kepala agak bulat, ekor panjang tersusun rapi/menumpuk serta bulu rapat melekat pada tubuh murai.

Baca juga: Pedoman Lengkap Perserian untuk Jenis Kenari

Saat itu kami tidak pernah membahas soal model pola ekor putih murai yang berhasil kami tangkap, yang penting bagi kami murai tersebut volume dan variasi suara di atas rata-rata serta body terlihat lebih besar memanjang dan panjang ekor sekitar 19-20 cm sudah masuk katagori murai batu super pada era itu di Bahorok.

Menurut perkiraan para pemikat senior, usia murai super rata-rata di atas 10 tahun. Analisa tersebut acuannya dilihat dari kepekatan warna bulu, warna kehitaman paruh bagian dalam dan kondisi warna tungkal/jari-jari kaki (murai tua biasanya warna kaki dan jari-jarinya kelihatan  semu/agak hitam dan kering)

Namun ternyata analisa itu tidak sepenuhnya bisa dipastikan benar, sebab hanya perkiraan dan keterangan yang didapat dari kabar/keterangan pemikat.

Seiring waktu berjalan, di saat murai lokal Bahorok saat ini sudah pada titik kepunahan, banyak teman-teman penangkar atau para kicau mania mempertanyakan dan ingin tahu bagaimana model pola ekor putih pada murai indukan yang saat ini kami tangkarkan.

Perlu kami jelaskan bahwa jumlah bulu ekor murai batu lokal Bahorok umumnya berjumlah 12 helai. Ekor utama yang hitam 4 helai dan ekor hitam putihnya 8 helai.

Sekilas pola ekor putih hampir sama namun tetap ada perbedaan pola warna hitam putihnya dari 2 lokasi hutan Leuser.

Untuk Pola Ekor murai yang berasal dari Hutan Leuser Marike , Leuser Berkail dan Leuser sungai Musam kedepannya jika ada kesempatan akan kami kabarkan juga tentunya.

Baca juga: Murai Batu Trah Juara, Ade Hoki BF Klaten

Perlu kami sampaikan bahwa model pola ekor murai batu tidak bisa diambil sebagai patokan atau acuan.

Artinya, pola ekor murai khususnya ekor putih tidak bisa dijadikan patokan dari mana asal murai itu, karena murai batu di Bahorok pola ekornya tidak satu model.

  1. Dari mana asal muasal murai yang dipelihara oleh para penghobby atau pengepul saat ini, yang tahu persis asal murai tersebut hanya pemikatnya yang jujur.
  2. Dalam menganalisa kualitas murai tentunya setiap penghobby berbeda cara penilaiannya

Dari dua poin di atas menurut kami sudah mewakili sebagai bahan perbandingan murai batu yg berbeda asal daerah populasinya.

Demikian tulisan yang kami paparkan ini, sesuai apa yang kami alami dan kami lakukan pada masa-masa masih aktif berburu murai batu di hutan Leuser yang letaknya  bersebelahan dengan desa tempat tinggal kami.

Semoga tulisan kami ini ada manfaatnya buat temen-teman kicau mania maupun teman-teman penangkar murai batu khususnya.

Mohon maaf andai ada kekurangan/kesalahan kata-kata dalam tulisan kami.

Salam Lestari Murai Batu Indonesia,

 

Ttd,

Adipulpis Bahorok (Murai Batu Bahorok Leuser Bird Farm)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *