Menstabilkan Love Bird Melalui Setting Koloni

 

 

Menstabilkan Love Bird Melalui Setting Koloni

Love bird lutino mata hitam (sumber: hewanpeliharaan.org)

Kisah ini adalah kisah kami yang sangat indah dan tak akan bisa terlupakan sepanjang masa.

Kisah ini terjadi sekitar tahun 2013-2014. Berawal dari saya main ke rumah teman sehobi, beliau adalah om Rofik, seorang peternak kenari dan perkutut, namun saat itu lagi trend love bird dan sedang ramai ramainya lomba love bird.

Waktu saya ke sana beliau cerita sedang mempunyai love bird lutino mata hitam, namanya Spongebob. Beliau beli dari seorang teman di Bangsal Mojokerto, kalau tidak salah. Nah awalnya love bird itu memang jalan dan terus jalan tapi makin lama dia naik birahinya, dan jadi pendek-pendek kalau digantang, cuma merayap dan koak koek tidak mau menyahut lawan sama sekali, paling selama 1 sesi cuma mau ngekek 2 kali, itu pun pendek-pendek.

Semakin lama om Rofik dibuat pusing sama love bird tersebut, dan pada akhirnya dimasukan saja ke kandang koloni dicampur dengan beberapa love bird lain selama kurang lebih semingguan, karena beliau berfikir “ah daripada tidak jalan mending masuk koloni saja biar dia cari jodoh nanti bisa diternak”.

Minggu berikutnya si Spongebob ini malah semakin gacor narik panjang-panjang, tepat saat saya ke rumah beliau bersama om Deni. Kami perhatikan si Spongebob lagi kondisi banget, seakan top form, kemudian kami bertiga punya inisiatif bagaimana kalau dicoba ke lapangan. Om Rofik langsung mempersiapkan sangkar lomba dan memasukan Spongebob ke sangkar lomba dan berangkatlah saya bersama om Deni, namun om Rofik tidak ikut, beliau nunggu di rumah sambil mengurus warung makan miliknya.

Sampai di lokasi lomba, coba saya ablak tapi saya letakkan di cantolan agak atas dan bisa melihat burung lain sambil saya perhatikan kondisinya, ternyata dia mau narik-narik pendek. Saya inisiatif memberinya kangkung saat itu.

Kemudian saya lanjut untuk beli tiket B karena kelas A sudah dimulai. Okelah tidak apa-apa sedikit telat dan saat sesi B mulai saya gantang di nomor 2, tepat di pinggir sendiri, dan dekat dengan keramaian.

Alhasil lutino mata hitam yang saya gantang ngedur ngekek nyambung nyambung sampai juri teriak 2 masih …. masih…. masih 2, sampai akhir penilaian dan diganjar bendera merah A. 

Nah setelah saya turunkan dari gantangan love bird saya letakkan di bawah sebentar sambil saya beri kangkung, sampai habis 1 batang kemudian saya cantolkan lagi di atas sambil nunggu sesi C.

Saat sesi C dimulai saya dapat tiket nomor 1 dan diganjar lagi bendera merah A. Kemudian gantian mas Deni yang rencana naikan ke kelas D. Saat itu love bird tidak diberi kangkung, cuma di ablak saja, dan akhirnya naik ke kelas D, alhasil masih diganjar bendera C juara 3.

Karena kelas sampai E, maka saya hajar lagi love bird itu. Saya coba carikan kangkung lagi, tapi karena sudah tidak ada, maka saya ambil kangkung bekas punya orang lain yang sudah dibuang. Saya ambil, saya cuci, saya berikan ke love bird dan saya juga nemu kuaci 2 biji, saya berikan ke pakannya, alhamdulillah dimakan. Sesi E pun naik, kerja lutino mata hitam ini memang luar biasa dan masih diganjar bendera hijau B juara 2.

Staminanya semakin bagus setelah tidak sengaja dikoloni dan di dalam koloni nemu jodoh.

Kesimpulanya, bisa jadi love bird kita yang gairahnya sudah menurun dia akan bergairah lagi dengan cara kita koloni bersama 3-4 love bird lain.

Dan setiap setingan itu memang ada yang sama dan ada yang tidak sama, antara love bird satu dan lainya. love bird lutino yang ini settinganya doyan kangkung dan sistem ablak saat di lapangan.

Baca juga: LB Konslet Ternyata Bisa dibuat, Begini Caranya

Demikian cerita dan kisah saya semoga bisa menginspirasi sahabat-sahabat kicaumania, khususnya ngekek mania senusantara.

Didik Wijaya Kusuma

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *