PPBI Posma Sembego: Memaksimalkan Juara 1, 2, 3

PPBI Posma Sembego: Memaksimalkan Juara 1, 2, 3

Suasana gantangan di PPBI Posma Sembego, Yogyakarta

Selama ini, banyak di antara kita menganggap bahwa juara itu pada setiap gaco yang dapat bendera nominasi, meski memperoleh nomor besar. Artinya, jika Anda dapat penghargaan nomor 10, itu adalah juara.

Benarkah demikian? Tentu, kembali pada persepsi masing-masing orang.

Tapi rupanya, ada pendapat lain di luar pandangan umum tersebut. Dalam hal ini, menurut om Lilik, juri dan korlap PPBI Posma Sembego, sebagaimana ditulis dalam status FB-nya, bahwa juara itu sebenarnya 1, 2, 3, sementara 4 hingga 10 hanyalah apresiasi tambahan yang dimungkinan punya peluang tetapi saat itu kurang maksimal.

Di PPBI Posma Sembego, menurut om Lilik, baik lomba, latpres, latber, untuk daftar juara hanya berdasar draf yang ada, tidak pernah memberikan juara lebih dari 10.

“Kita memaksimalkan arti juara,1, juara 2, juara 3. Itu harus bener benar burung yang memenuhi kelayakan juara dibandingkan burung yang lain (itu yang kita prioritaskan). Dan untuk juara 4-10 hanya sebuah apresiasi tambahan yang dimungkinan punya peluang tetapi saat itu kurang maksimal”, tulisnya.

Baca juga: Juri Kok Lomba, Lilik Sembego Berhati-hati

Posma Sembego tidak memberikan apresiasi tambahan di atas nomor 10, misal nominasi ke 11 hingga 20. Beda dengan tempat atau EO lain. Juara di atas 10, justru oleh om Lilik dianggap sebagai apresiasi hiburan agar tidak terjadi protes, dan juga untuk menunjukkan kalau even yang berlangsung sangat ramai peserta.

“Jadi kami pastikan tidak ada tambahanan juara di atas juara 10-20 yang biasa di tempat-tempat EO lain. Juara tambahan 11-20 saya menilai itu hanya unsur yg kurang mengedepankan kwalitas yang menyeluruh, lebih banyak gur nggo ngeyem yemi pemain, atau menghindari protes.atau sekedar biar kelihatan rame (hanya analisa saja) jangan diambil hati lhooo buat temen temen semua”, tulisnya lagi.

Om Lilik meyakinkan pembaca FB-nya, bahwa burung yang juara, terutama 1, 2, 3, merupakan gaco yang benar-benar layak, memenuhi standar juara, sebagaimana menjadi pakem penjurian di Posma Sembego.

Baca juga: Jangkrik Boss, tentang Kriteria Cendet Mbayiek

Pendapat om Lilik itu, sekaligus sebagai kebijakan Posma Sembego dalam menentukan dan memberikan penekanan pada apa yang disebut sebagai burung juara. Om Lilik menempuh pendapat yang berbeda dengan pandangan umum, termasuk pula catatanya terhadap pemberian nominasi yang tidak sebanding dengan jumlah peserta.

Peserta sedikit, kok yang juara atau memperoleh bendera nominasi terbilang banyak? Di mana kompetisinya? Apa sebenarnya maksud dan tujuannya? Om Lilik menganalisa seperti yang diungkapkan berikut ini.

“Apalagi burung dikit juarane meh kabeh entok apresiasi, unsur kompetetisi yang kurang sehat. Tetapi itu juga ada baiknya,karena untuk mengurangi konflik dan protes, tapi di tempat kami tetap sesuai apa adanya. Kedepankan kelayakan juara 1,2,3. Salam guyub rukun. Sinau bareng, boleh ditanggapi, boleh memberikan masukan, boleh usul, dan memberikan kritikan, tapi jangan mencela dan menjatuhkan nama lain”, tulis om Lilik menutup status FB-nya yang diposting satu hari sebelumnya setelah Media Bosskicau mendapat izin untuk ditayangkan kembali di website. (86)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *