Stop Peserta yang Teriak dan Intimidasi Juri

Stop Peserta yang Teriak dan Intimidasi Juri

Peserta lomba yang bersiap menggantangkan gaconya

Rasa kecewa dan kesal sebenarnya tidak hanya dialami oleh peserta lomba tentang, misalnya, penjurian, tetapi dari sisi EO/juri juga mengalami hal yang sama. Apa saja itu?

Baca juga: Beberapa Kejadian Gokil Saat Ikuti Lomba

Berikut di antaranya:

  1. Kalau lomba sedang berlangsung, sering terdengar teriakan peserta yang keras dan saling bersahutan, sehingga dapat mengganggu fokus pendengaran juri dalam memberikan nilai.
  2. Kadang pula, ada peserta yang sampai melakukan semacam “intimidasi” ke juri, teriak sambil sebut nomor gantangan dan nama-nama juri agar mau memantau gaconya. Jika tidak koncer, dan sebenarnya kurang layak, melakukan protes labrak hingga berujung “kekerasan”.
  3. Seringkali peserta, saling menunggu lama di dalam gantangan, tidak langsung buka krodong dan dicantolin, terutama pada kelas-kelas tertentu seperti kacer, cendet, dan murai batu. Kondisi ini jelas berpengaruh pula pada giliran sesi berikutnya, yang membuat molor waktu gantang.
  4. Ada peserta yang kalau di lapangan merasa kecewa dengan penjurian, tapi enggan protes langsung ke juri. Ia justru melampiaskan kekecewaanya itu di media sosial, gacor poll.

Jadi, bisa tidak ya, lomba dengan suasana yang kondusif, tanpa teriak peserta dan intimidasi kepada EO/juri.

Kalau pun terjadi protes, tidak masalah, yang penting komunikasi dan disampaikan dengan baik, syukur-syukur bisa diselesaikan di lokasi, tidak saling umpat di media sosial. (86)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *