Tips Mengatasi Persoalan Cendet yang Ciak Ekor

Tips Mengatasi Persoalan Cendet yang Ciak Ekor

Cendet ciak ekor (perhatikan ekornya)

Ciri-cirinya?

Biasanya ekor melengkung sebagian atau semuanya/ekor habis sisa separuh, padahal belum masa mabung (bisa karena 2 hal, memang ciak atau ngeruji)/jumlah ekor normal sisa sedikit.

Pengaruhkah untuk penilaian lomba?

Iya kalau dia ekornya kurang dari separuh, pasti kena di penilaian fisik.

Bisakah cendet ciak ekor jadi juara?

Sangat bisa. Saya berkali-kali lihat dan tahu sendiri, beberapa cendet jawara, yang mewah bahkan yang stabil ternyata ciak ekor, baik di masa sekarang atau di masa lalunya.

Lah apa tidak kena di penilaian fisik? Kalau saat digantangkan ekor minimal separuh atau lebih ya lolos penilaian fisik. Kalau kurang dari separuh? Biasanya ada beberapa pemain yang mensiasatinya dengan “sambung buntut” sementara.

Lalu apa sih penyebabnya kok sampai cendet bisa ciak ekor?

Baca juga: Tips Memaksimalkan Tampilan Cendet Saat Lomba

Banyak hal, di antaranya:

  1. Mental drop saat digantang, dikarenakan kaget kena “tembak” lawan sebelahnya atau tidak biasa mengikuti speed/irama lagu lawan
  2. Banyak dari kita menyarankan settingan cendet adalah full kerodong, dan hanya dibuka saat kasi makan/ ibersihkan/dimandikan. Hal ini TIDAK SALAH, tapi juga tidak selamanya BENAR. Untuk sebagian cendet, terutama yang emosinya labil atau gampang naik, biasanya akan lebih sering salto atau bahkan ciak ekor kalau hariannya full kerodong.
  3. Perubahan rawatan yang tiba-tiba. Bisa tidak cendet yang sebelumnya tidak punya riwayat ciak, setelah pindah tangan malah ciak di pemilik barunya? Sangat mungkin, karena beberapa cendet biasanya “ngalem/bossi”. Artinya cendet tersebut sudah nyaman dengan perawat lamanya, tiba-tiba ganti perawat baru yang sama sekali belum dia kenal
  4. Telat beri makan/extra fooding. Biasanya karena lama ditinggal ke luar kota, hanya diberi voer dan air tanpa asupan serangga, apalagi berhari-hari kerodongnya tertutup.
  5. Porsi serangga yang berlebihan. Biasanya alibi kita untuk nambah power atau menaikkan birahi. Tapi ya kadang bablasss. Atau saat pengiriman keluar kota, alasan kita untuk burung kenyang karena perjalanan jauh, makanya ”dijor” serangganya, hal ini tidak disarankan untuk cendet yang punya riwayat ciak ekor.
  1. Tidak cocok sama “tetangga” atau “teman sekamar” nya. Perhatikan lingkungan, apakah dia takut dengan burung yang didekatnya? Baik itu burung masteran, cendet lain, atau burung jenis lain.

Cendet lain yang dimaksud di sini, biasanya kita ingin cendet kita bisa termaster/menirukan irama yang lebih baik dari dia, jadi kita tempel dengan cendet lain yang menurut kita kualitas iramanya lebih baik.

Baca juga: Manfaat Mandi Sauna Lo Boss, Sudah Tahu Belum?

Nah di sini masalah dimulai. Banyak cendet yang tidak nyaman dekat dengan yang dia anggap di atasnya atau malah di bawahnya, baik itu secara irama lagu, volume, speed atau tembakan. Sama seperti kita sebagai manusia, sedikit banyak pasti merasa tidak nyaman kalau ada orang lain yang sok menggurui, atau sebaliknya, mungkin kita yang terbiasa kerja cepat akan tidak nyaman dengan yang kleleran (lambat/lemot)

Analoginya di cendet, kalau dasar iramanya mainan speed, ya jangan dipaksa belajar buat nembak dahsyat, stress dia.

  1. Lingkungan harian yang over berisik (dekat jalan raya, dekat mesin produksi, lingkungan bengkel, dll)
  2. Untuk cendet trotol/lepas trotol, ciak biasanya bisa dimaklumi, karena usia emosinya belum stabil.

Apakah bisa sembuh? BISA, tapi sebagian besar TIDAK PERMANEN, ada kemungkinan kambuh lagi kebiasaan ciak ekornya kalau “kenyamanan” dia terusik lagi.

Lalu solusinya? Perhatikan poin-poin yang bisa jadi penyebab yang saya tulis diatas dan ubah yang membuat cendet Anda tidak nyaman, karena cendet ciak biasanya adalah cendet yang baperan atau ingin diperhatikan lebih.

Atau:

Beri mainan buat pelampiasan di sangkarnya, bisa berupa tali rafia, kabel tas, bulu ayam yang besar, dan lain-lain.

Tidak disarankan memberi mainan berupa benang, karena ada beberapa kasus terlilit di lidah/pangkal paruh sobek/kaki luka saat mainan benangnya.

Itulah alasan mengapa ada banyak pemilik cendet punya kebiasaan membalik kerodong, agar cendet tidak mainan benang di sambungan jahitan kerodong yang bisa membahayakan cendet

Kontrol penjemuran dan mandi. Dalam hal ini kita butuh kenal karakter cendet, ada yang bisa “sembuh” kalau tidak dijemur, ada yang malah kambuh kalau tidak dijemur. Demikian halnya dengan mandi.

Apakah cendet ciak ekor harus dihindari untuk dibeli?

IYA, kalau Anda atau perawat tipe orang yang asal/tidak sabaran/cuek.

Tapi kalau Anda tipe orang yang perhatian dan punya waktu lebih, serta punya niat untuk mengenal dan memahami, hal kecil ini tidak akan menjadi masalah.

Tetap semangat dan semoga bermanfaat.

Salam pemula,

Gunawan Santoso (Pendiri dan admin Group FB Mania Cendet Jawara, WA: 087.8888.55.777)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *